Rangkuman PKN kelas 7 bab 1

RANGKUMAN PKn
A. NORMA

1. Norma Agama => Peraturan/Kaidah bersumber dari TYME, yang berisi Perinta,Larangan,Anjuran untuk Keselamatan Manusia Dunia dan akhirat
Ex => Al-Quran,Injil,Wedha,Tripitaka,
Perwujudan Norma Agama => 1) Melaksanakan Agama
2) Membaca Kitab
3) Melaksanakan Puasa
4) Memberi Sodaqoh
5) Menghormati Orang Tua

2. Norma Hukum => Peraturan yang bersumber/dibuat dari lembaga Hukum/Pemerintah yang berwenag yang berisi Hak dan Kewajiban dan sifatnya mengikat, juga memiliki sanksi memaksa
Ex => UUD 1945,Tap MPR,Undang – Undang,Peraturan Pemerintah,Undang –Undang Pidana, Undang – Undang Pokok Agraria, Peraturan Daerah dll
Contoh Peraturan => 1) Memakai seragam sesuai dengan ketentuan yang ada
2) Menaati Rambu – Rambu Lalu Lintas
3) Menggunakan Helm jika menaiki Sepeda Motor
4) Memakai Sabuk Pengaman
5) Menaati Lampu Lalu Lintas, MeKiJu

3. Norma Kesusilaan => Peraturan yang berasal dari hati nurani suara hati manusia berlaku di masyarakat yang dapat membedakan mana yang baik dan buruk
Ex => Jangan Mencuri, Jangan Membunuh,Tidak Boleh curiga yang berlebihan,Tidak Boleh berkhianat,Jangan Membeci Sesama teman dll

4. Norma Kesopanan => Peraturan yang mengatur pergaulan antar golongan manusia atau masyarakat demi terwujudnya manusia yang sopan santun
ð
ð 3 Hal yang diperhatikan saat bergaul :
ð 1. Harus tau dengan siapa kita bergaul
ð Harus tau bagaimana sikap dan tindakan kita
ð Untung rugi dari sikap tindakan kita
Ex Norma Kesopanan : 1) Tidak berkata kasar
2) Tidak meludah di sembarang tempat
3) Menghormati orang yang lebih tua
4) Menerima sesuatu dengan tangan kanan
5) Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita/orang yang lebih tua di dalam kendaraan
Umum

B. PENGERTIAN HUKUM

1. Pengertian Hukum
Pengertian Hukum secara keseluruhan adalah Himpunan petunjuk hukum (perintah2 dan larangan2) yang mengatur tata tertib dalam masyarakat yang seharusnya ditaati oleh seluruh anggota masyarakat
ð Pengertian Hukum Menurut Para Ahli
1) E.Utrecht : Himpunan Peraturan2 (perintah2 dan larangan2) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dan karena itu harus diikuti oleh masyarak itu
2) Leon Duquit : Aturan tingkah laku masyarakat, aturan yang daya penggunaanya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyaraka sebagai jaminan dari kepentingan bersama
3) Simongkir dan Woerjono Sastropranoto : Peraturan yang bersifat memaksa yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan2 resmi berwajib
4) Van Vollenhoeven : keseluruhan aturan tingkah laku positip yang di satu pihak mempunyai sanksi (oleh karena itu di sebut hukum) dan di pihak lain dalam keadaan tidak di kodifikasikan (oleh karena itu di sebut adat).
5) SM Amin : hukum adalah kumpulan peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi-sanksi, dan tujuan hukum adalah mengadakan ketertiban dalam pergaulan manusia, sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara.

2. Tujuan Hukum
Tujuan hukum menurut Para Ahli
1) LJ Van Apeldorm : Mengatur pergaulan oleh hukum dengan melindungi kepentingan – kepentingan hukum manusia tertentu (kehormatan,kemerdekaan jiwa,harta benda) dari pihak yang merugikan.
2) J Van Kan : Untuk menjaga agar kepentingan tiap2 manusia tidak terganggu
3) E.Utrecht : Untuk menjamin kepastian hukum dalam pergaulan manusia
4) Subekti : Mendatangkan atau ingin mencapai kemakmuran dan kebahagiaan pada rakyatnya

3. Ciri – Ciri dan Sifat Hukum :
ð Ciri2 : 1) Adanya perintah dan atau larangan
2) Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
=> Sifat : 1) Bersifat Mengatur
2) Bersifat Memaksa
3) Bersifat Melindungi Hak Setiap Orang

4. Unsur – Unsur Hukum
1) Peraturan mengenai tingkah laku dalam Pergaulan Masyarakat
2) Peraturan diadakan oleh badan2 resmi yang berwajib
3) Peraturan pada umumbnya bersifat memaksa dan mengikat
4) Sanksinya adalah memaksa

5. Asas – Asas Hukum
1) Asas Kepribadian : Hukum mengakui keberadaan manusia sebagai makhluk individu
2) Asas Persekutuan : Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam sosial mereka bekerja sama dan berhubung dengan manusia yang lain
3) Asas Kesamaan : Menghendaki adanya kesetaraan di hadapan hukum. Bahwa setiap orang memiliki kedudukan yang sama tidak yang lebih istimewa dibandingkan dengan yang lain
4) Asas Kewibawaan : Agar hukum dapat dijalannya secara baik, maka hukum dan lembaga kehakiman harus memiliki kewibawaan yang dibangun di atas keadilan, bukan dengan penekanan apalagi kekerasan
5) Asas Pemisah Antara yang Baik dan Buruk
6) Hukum harus secara tegas membedakan antara hal2 yang baik dn buruk. Tindakan Buruk dpt mendarangkn sanksi, sedangkan yang baik mungkin dapat ganjaran

6. Fungsi Hukum :
1) Untuk menjamin kepastian hukum
2) Untuk menjamin keadilan sosial
3) Pengayoman
7. Pembagian Hukum
1) Menurut Sumbernya
a. Hukum Undang Undang
b. Hukum Kebiasaan/Adat
c. Hukum Traktat
d. Hukum Yurisprundensi
e. Hukum Ilmu/Doktrin
f. __
2) Menurut Bentunya
a. Hukum Tertulis ; Dibagi menjadi yaitu
1. Telah diKondifikasikan : KUHP,KUH Perdata,KUH Dagang
2. Tdk diKondifikasikan : Traktat
3) Menurut Isinya
a. Hukum Privat (Hukum Sipil) meliputi :
1. Hukum Perorangan
2. Hukum Harta Kekayaan
3. Hukum Waris
4. Hukum Dagang
b. Hukum Publik (Hukum Negara)
1. Hukum Pidana :
a. Hukum Pidana Umum
b. Hukum Pidan Khusus
4) Menurut Wujudnya
a. Hukum Objektif
b. Hukum Subjektif
5) Menurut Waktu Berlakunya
a. Hukum Positif ( ius constitutum)
b. Ius Constituendum
c. Hukum Alam
6) Menurut Cara Mempertahankannya
a. Hukum Material
b. Hukum Formal

Misteri Lucifer

309583_259884287395302_220163893_n
        Banyak orang bertanya siapakah lucifer dalam islam? Pada agama kristen dikenal sosok Lucifer yang merupakan seorang malaikat yg dibuang dari surga karna tidak mau bersujud kepada Adam, siapakah sosok ini dalam Islam? ini adalah yang paling mendekati.akan di bahas pula tentang kenapa wujud iblis dalam agama kristen itu berupa kambing,semoga membantu
Allah bertanya pada Azazel,”Mengapa kau enggan bersujud pada Adam?”,
Azazel menjawab,”Tiada yang patut kuagungkan selain Diri-Mu”.
Allah bertanya balik,”Kendati kau akan menerima kutukan-Ku?”.
Azazel menjawab,”Tidak mengapa, karena hasrat hatiku tak sudi condong pada yang lain. Hamba hanyalah seorang pecinta“.
Kemudian Azazel bersyair:
“Kendati Kau membakarku dengan Api Suci-Mu yang menyala-nyala untuk selamanya
aku tak akan pernah sudi tunduk pada kesadaran ego (manusiawi)
pernyataanku berasal dari hati yang tulus
dalam Cinta aku berjaya, bagaimana tidak?”

Azazel melanjutkan syairnya:
“Sesungguhnya tiada jarak yang memisahkan Dikau denganku
ketika tujuan tercapai
kedekatan dan jarak adalah satu
kendati aku ditinggal menderita
keadaan itu akan menjadi karibku
jika Kasih itu satu, bagaimana kita bisa berpisah?
dalam kemurnian yang mutlak, Diri-Mu kuagungkan
bagi seorang hamba dengan hati yang benar
bagaimana dia menyembah sesuatu selain Dikau?”.
Ribuan kali, Allah memerintahkan Azazel supaya bersujud, bersujud!,
tetapi dia tetap enggan, Dan bersyair lagi:
“Ya Allah, segala sesuatu termasuk diriku ini adalah milik-Mu
Kau telah memberikanku pilihan
namun Kau telah menentukan pilihan-Mu bagiku
jika Kau melarangku dari bersujud, Kau adalah Pelarang
jika aku salah paham, jangan Kau tinggalkan daku
Jika Kau menginginkanku bersujud dihadapannya, hamba patuh
namun tak seorangpun lebih mengetahui tentang Maksud-Mu selain Nuraniku ini”
Atas penolakannya, Allah menganugerahkan “A highest gift” pada Azazel berupa kutukan dan penderitaan. Dengan legowo, tanpa bertanya lagi, tanpa mengeluh, ia menerima Anugerah-Nya yang Tertinggi, sekaligus terberat.
Sang Kekasih bertanya (Allah),” Tidakkah kau menolak Anugerah-Ku?”.
Azazel, sang pencinta sejati menjawab,
”Dalam Cinta di sana ada penderitaan
di sana pula ada kesetiaan
dengan begitu, seorang pencinta menjadi sepenuhnya matang
berkat kelembutan dan keadilan Sang Kekasih.” Klaim Azazel yang mengatakan bahwa ia terbuat dari api dan Adam dari tanah, sehingga ia enggan bersujud, sangat simbolik.
‘Azâzîl (Bahasa Arab: عزازل, Inggris: Azazel, Izazil) adalah nama asli dari Iblis yang merupakan pemimpin kelompok Syaitan. Menurut legenda bahwa sebelum diciptakannya Adam, Azâzîl pernah menjadi Imam para Malaikat atau Sayyid al-Malaikat (Penghulu para Malaikat),[1][2] Khazin al-Jannah (Bendaharawan Surga) dan Abu al-Jan (Bapak para Jin).[3]
Etimologi
Azâzîl terdiri atas al-‘azâz yang berarti ‘hamba’ dan al-îl yang berarti ‘Allah’ . Kata al-‘azâz berasal dari al-‘izzah yang berarti kebanggaan atau kesombongan. atau dapat diartikan sebagai mahluk yang membawa kesombongannya milik Allah Dinamakan demikian karena ia tercipta dari api. Kata al-‘azâz (العزاز) terdiri dari empat huruf, yaitu huruf ‘ain, zâ, alif, dan zâ yang kedua. Masing-masing huruf menunjukkan sepak terjang iblis, karena setiap nama itu menunjukkan perbuatan pemiliknya.
Dari huruf ‘ain muncul kata ‘ulluw ‘kesombongan’, dari huruf zâ muncul kata zuhwu ‘sikap takabur’, dari huruf alif muncul kata ibâ’ ‘pembangkangan’

dan istikbâr ‘sifat angkuh’. Kesombongan, sikap takabur, pembangkangan, dan sifat angkuh merupakan sifat-sifat yang dimiliki iblis. Inilah tafsir nama asli iblis yaitu Azâzîl.

Julukan Azâzîl
Azâzîl sangat banyak memiliki julukan, seperti Sayidul Malaikat dan Khazinul Jannah.
Di setiap langit ia memiliki julukan yang sangat bagus,adalah :
Langit Pertama (ar-Rafii’ah)
al-Abid ahli ibadah,
Dia akan akan selalu berusaha dengan bersungguh-sungguh untuk menggoda manusia agar tersesat dari jalan-Nya.
Langit Kedua (al-Maa’uun)
ar-Raki ahli ruku,
Dia mempunyai kaidah-kaidah atau tata cara yang pasti dan tertata rapih serta sistematis dalam menyesatkan seluruh umat manusia.
Langit Ketiga (al-Maziinah)
as-Saajid ahli sujud,
dia tidak akan pernah berpaling dan menyerah dari menggoda dan menyesatkan seluruh umat manusia.
Langit Keempat (az-Zahirah)
al-Khaasyi selalu merendah dan takluk kepada Allah,
dia juga sangat menghinakan serta merendahkan manusia yang dapat tergoda oleh bujuk rayuannya.
Langit Kelima (al-Muniirah)
al-Qaanit selalu ta’at
dia tidak akan pernah malas untuk menyesatkan dan menggoda seluruh umat manusia
Langit Keenam (al-Khaliishah)
al-Mujtahid bersungguh-sungguh dalam beribadah,
Dia akan senantasa bekerja dan berusaha untuk menyesatkan seluruh umat manusia
Langit Ketujuh (al-Ajiibah)
az-Zahid sederhana
Dalam menggoda umat manusia dia menggunakan sarana dan prasarana kehidupan demi mencapai tujuannya dalam menyesatkan seluruh umat manusia
Wujud Azâzîl
Sebelum Penciptaan Adam
Sebelum dilaknat oleh Allah, Azâzîl memiliki wajah rupawan cemerlang, mempunyai empat sayap, banyak ilmu, terbanyak dalam hal ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyyuun dan masih banyak lagi.
Setelah Penciptaan Adam
Setelah ia enggan untuk bersujud kepada Adam, Allah mengubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlangan menjadi bentuk seperti babi hutan. Allah mengubah kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai.
Penangguhan Umur Azâzîl
Azâzîl diberi umur hingga hari akhir kiamat. Dengan janji untuk menyesatkan manusia sebanyak mungkin dan menemaninya di neraka Jahannam kelak.
Permintaan Azâzîl kepada Allah:
“ Berkata iblis: Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.(Al-Hijr, 15:36) ”
Lalu Allah menjawab:
“ Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.(Shaad, 38)